Sabtu, 03 Desember 2016

Perasa

Kalau ditanya aku kenapa, mungkin karena aku sedang lelah, saat seperti itu aku menjadi orang yang perasa.

Walaupun sesuatu terjadi seperti biasanya, bercanda seperti biasa, namun saat aku lelah aku bisa menjadi sangat sensitif dan menerka apa yang salah.

Apalagi beberapa waktu sebelum itu, aku bermimpi menjadi kekasihmu, sering terjadi jika dalam mimpiku aku menjadi kekasih seseorang, maka dalam kenyataannya sebentar lagi seseorang itu akan punya kekasih, tapi bukan aku. Tentu akan beda perlakuanku pada seseorang yang sudah punya kekasih dan yang belum.

Di Bawah Rata-rata

Kadang minder juga kalo jadi orang yang tinggi badannya di bawah rata-rata. Walaupun punya kelebihan pada saat tertentu, tapi lebih banyak dibully.

Apalagi soal cinta, selalu kalah dengan orang yang tinggi, putih, atletis, dsb.

Senin, 28 November 2016

Terbawa Ego dan akhirnya merasa....

 Hari 1 kau terlihat murung. Hari 2 kau bicara pada A tentang masalahmu, walau aku juga mendengarnya ketika aku antara sadar dan tidur. Hari 3 kau bicara padaku tentang masalahmu. Hari 4 aku ingin membantumu. Hari 5 aku mulai bimbang dan bertanya pada B dan C. B bilang bahwa wajar jika aku membantumu, dan aku bisa tahu apa kau orang yang bisa menghargai pemberian orang. C bilang agar aku meluruskan niatku untuk membantumu, karena kamu orang yang bisa dengan mudah memecahkan masalahmu. C bilang lebih baik aku menolongmu dalam hal lain yang lebih kecil tapi bisa rutin.
 Hari 6 aku kuatkan niatku untuk membantumu, namun aku sudah mendapat pertanda bahwa sebaiknya aku mulai membatalkan niatku. Mulai dari tabunganku yang sangat susah diambil. Kemudian benda yang kucari untuk kuberikan sulit didapat. Akhirnya aku memilih untuk mencari benda baru namun sederhana karena aku takut jika terlalu mewah kamu akan menolaknya. Aku membeli dua agar kita bisa sama-sama memakainya.
 Namun ketika aku bertemu denganmu, ternyata kamu sudah membelinya lebih dulu. Benda itu pun lebih mewah daripada yang kubeli untukmu. Untungnya aku belum sempat memberikannya padamu. Seharusnya aku percaya pada temanku, percaya pada pertanda yang diberikan padaku. Tapi entahlah... egoku lebih besar saat ini. Ketika aku menyapamu kau terlihat kesal. Aku memang sudah terbiasa melihatmu kesal padaku, tapi pada hari ini entah mengapa saat kamu kesal padaku, rasanya....

Selasa, 09 Agustus 2016

Linglung

Saat orang yang kita sayangi tiba-tiba menikah dengan orang lain, entah hal horor apa yang akan dirasakan saat itu. Entah bagaimana bisa merelakan hal tersebut. Ketika sudah terbiasa berbincang dan kemudian kehilangan seseorang yang biasa membuat bersemangat menyambut pagi, mungkin akan menjadi linglung dan tak tentu arah.

Selasa, 19 Juli 2011

3B Dalam Mencari Jodoh???

Mencari jodoh atau pasangan hidup merupakan hal yang lumrah dimiliki oleh manusia. Setiap orang pasti memiliki kriteria untuk pasangan hidupnya. Kadang-kadang kriteria itu bisa mereka jadikan sebagai semboyan. Salah satunya adalah 3B.
Apa itu 3B?
Untuk lebih jelasnya yuk kita lihat di bawah ini. 3B menurut tipe orangnya.

Kalau orang tua dulu nyari jodoh mesti ada 3B; Bibit, Bebet, Bobot.

Kalau orang yang taat beragama nyari jodoh pakai 3B ini; Beriman, Bertaqwa, Beramal soleh.

Kalau cowok remaja sekarang nyari cewek juga pakai 3B; Berbehel, Blackberry, Berponi.

Kalau artis cewek nyari laki juga pakai 3B; Bule, Bos kaya raya, Balik lagi sesama artis.

Kalau cewek matre nyari cowok pakai 3B, Banyak duitnya, BMW mobilnya, Bisa diakalin.

Kalau orang pasrah nyarinya juga pakai 3B; Baik, Bakti kepada orang tua, Bisa menerima apa adanya.

Nah mulai jorok nih... yang baca 17 tahun ke atas ya... haha

Kalau hidung belang nyari wanita acuannya harus 3B; Belia, Binal, Bahenol.

Kalau om-om yang hobi selingkuh, nyari selingkuhan pakai 3B; Belasan tahun, Beautiful, Bisa menyimpan rahasia.

Kalau tante-tante ‘nakal’, nyarinya juga pakai 3B; Berondong, Bidang dadanya, Besar ‘anu’nya.


(sengaja disensor).

Sekian, Wassalam.

Senin, 16 Mei 2011

Summer Love


Sama seperti hari lainnya, kelas XI Ilmu Alam-1 akan selalu ribut jika tak ada guru yang masuk. Ada yang bermain kasti dengan gelas air mineral, ada yang asyik membaca, ada yang asyik curhat, bahkan ada yang asyik curi-curi pandang.
Tiba-tiba Pak Radit masuk. Semua langsung berhamburan mencari tempat duduk. “Bapak ada sebuah permainan yang sangat menarik,” ujarnya. Pak Radit memang terkenal gaul dan dekat dengan para siswa/i. Tiap jam pelajarannya selalu ada games yang selalu berganti.
“Nama Permainannya adalah ‘Botol Bajak Laut’,” semua murid terlihat bingung. “Nah cara permainannya mudah, kalian cuma menuliskan apa saja keinginan kalian yang sangat ingin terkabul dalam sebuah kertas, kemudian kalian masukkan ke dalam sebuah botol air mineral dan akan kita ikatkan pada beberapa balon. Silahkan kalian tuliskan keinginan kalian, dalam waktu 15 menit” Pak Radit menambahkan.
Para murid pun asyik menulis berbagai keinginannya. Ada yang ingin dapat hp baru, ada yang ingin dibelikan motor, malah ada yang ingin mukanya berubah jadi ganteng.
Farel terlihat bingung ingin menulis apa. Lalu ia terpikir untuk menuliskan sebuah kata-kata yang tersirat di hatinya, ‘SAFIRA ♥ FAREL’. Sambil menutupi kertas tersebut ia pun menuliskan kata-kata itu. Hal ini membuat penasaran teman sebangkunya, Aldi. Sambil mengintip, lalu ditariknya secara spontan kertas milik Farel. Farel yang terkejut spontan memperebutkan kertas itu. Hal ini sedikit membuat keributan dan membuat perhatian kelas tertuju pada mereka berdua.
“Farel, Aldi, apa yang kalian lakukan?” tanya Pak Radit.
“Ini pak... Aldi mengambil kertas saya,” jawab Farel.
“Ehm... Ehm... SAFIRA ♥ FAREL,” Aldi membaca kertas Farel. Suasana kelas pun berubah menjadi ribut. Tampak muka Farel yang memerah karena malu.
Safira adalah seorang gadis yang Farel taksir tak lama setelah mereka berada dalam satu organisasi sekolah. Awalnya mereka berteman akrab sejak semester awal karena mereka satu kelas. Farel sudah tau dia sejak kelas X karena ia termasuk “DIVA” (sebutan untuk gadis-gadis yang banyak penggemarnya) di sekolah Farel.
“Sudah... Sudah... Tenang. Apa kalian sudah menuliskan keinginan kalian? Kalau sudah ayo masukkan ke dalam botol. Aldi... Kembalikan kertas Farel,” Pak Radit mencoba menetralkan suasana.

Bersambung...

Shaking Hands


Ini sebuah cerita tentang seorang Ketua OSIS yang ingin memberikan kenangan yang terindah di akhir masa jabatannya. Diceritaken (gaya OVJ) saat peringatan Maulid Nabi sudah dekat, diadakanlah berbagai lomba untuk memperingati hari besar tersebut. Setiap kelas diwajibkan mengikuti semua perlombaan yang diadakan. Nah, di kelas Sang Ketua OSIS tersebut, ada satu lomba yang belum ada pesertanya. Lomba tersebut adalah lomba puisi dengan tema Maulid Nabi.
Sang Ketos memang terkenal suka membuat puisi. Namun puisi-puisinya biasanya bertemakan cinta. Ini tantangan baru untuk Sang Ketos. Awalnya Sang Ketos menolak untuk mengikuti lomba tersebut, namun karena dipaksa, akhirnya ia ikut serta dalam lomba tersebut.
Mulailah ia mencari inspirasi untuk mengolah sebuah puisi. Ia agak sedikit kesulitan karena ini pertama kalinya ia membuat puisi dengan tema tersebut. Setelah lomba tersebut semakin dekat, akhirnya Sang Ketos pun mempunyai ide yang ia anggap brilian. Terbentuklah sebuah puisi yang ia pikir akan mengejutkan setiap orang. Ia membuat sebuah puisi yang judulnya mengandung kata yang romantis. Ia memang membuat judul yang sedikit romantis untuk menggoda wanita pujaannya.
Niat Sang Ketos ini sebenarnya tidak baik, puisi yang seharusnya untuk Nabi malah dibuat untuk menggoda gadis pujaan. Tapi tetaplah ia menjalankan niat tersebut. Sampailah pada hari perlombaan, setelah tiba giliran Sang Ketos, maka ia tiba maju dengan pastinya. Ia pun membacakan judul puisi tersebut, “Kaulah Cinta Sejatiku”. Para penonton pun dibuat terpukau dengan judul puisinya. Setelah judul dibacakan, ia membaca lanjutan puisi tersebut. Ia kemudian heran, mengapa para penonton menahan tawa. Isi puisinya memang romantis, namun ia baru sadar, demam panggung menyerangnya! Wajahnya memucat dan tangannya yang memegang kertas puisi tersebut bergetar.
Ia sangat malu, namun apa mau dikata, ia harus menyelesaikan puisi tersebut. Dilihatnya wajah gadis pujaannya, sang gadis menahan tawa. Dilihatnya para juri, juri pun ada yang tertawa. Betapa hancurnya hari itu bagi Sang Ketos. Rasanya ia ingin berganti muka dengan Ricardo Kaka dan pergi jauh dari tempat tinggalnya. Setelah selesai, ia pun pergi keluar ruangan dengan penuh rasa malu.